1. Sains.
Di antara pencapaian para ilmuwan pada periode ini antara
lain perkembangan trigonometri ke dalam bentuk modernnya
(sangat menyederhanakan penggunaan praktiknya untuk memperhitungkan fase
bulan), kemajuan pada bidang optik, dan kemajuan pada bidang astronomi.
2. Kedokteran.
Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdullah Ibn Sina, (Bahasa Arab: ابن سینا Ibn Sīnā),
atau dikenali sebagai "Avicenna" di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains dari Iran yang hidup antara tahun 980 - 1037 M. Ibnu Sina, ia
disebut oleh kaum muslimin sebagai pangeran dokter
3. Pendidikan
islam
mencapai puncak kejayaan pada masa dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa
pemerintahan Harun al Rasyid (170-193 H).
4. Perkembangan
peradaban di bidang politik dan pemerintahan
Dalam
menjalankan roda pemerintahan Khalifah Dinasti Abbasiyah mengangkat menteri
(wasir) dan membentuk kementrian (wizarat). Menteri adalah pembantu utama
khalifah, ia berhak mengangkat dan memecat pegawai. Khalifah juga mengangkat
hakim yang bertugas menyelesaikan masalah muamalah. Untuk membantu lancarnya
kepemerintahan dibentuklah Diwanul Kitabah (Sekertariat Negara) dengan dibantu
oleh : katibur Rasail, katibul Kharraj, katibul Jund, katibul Syurthan, katibul
Qada’.
5.
Perdagangan.
Selain di sungai Nil, Tigris dan Efrat, sungai-sungai yang dapat dilalui tidaklah banyak,
jadi perjalanan lewat laut menjadi sangat penting. Ilmu navigasi amat sangat
berkembang, menghasilkan penggunaan sekstan dasar (dikenal sebagai kamal).
Ketika digabungankna dengan peta terinci pada periode ini, para pelaut berhasil
berlayar menjelajahi samudara dan tak lagi perlu bersusah payah melalui gurun
pasir.
Al-Kindi atau Abu Yusuf Ya’qub Bin Ishak ( 809-873 M),
seorang filsuf bangsa Arab.
Ø Al Farabi
(wafat tahun 916 M) dalam usia 80 tahun.
Ø Ibnu Maskawai
(wafat tahun 523 H).
Ø Ibnu Shina (
980-1037 M). Karangan-karangan yang terkenal antara lain: Shafa, Najat, Qoman, Saddiya dan lain-lain
Ø Al Ghazali (1085-1101 M). Dikenal sebagai Hujjatul
Islam, karangannya: Al-Munqizh Minadl-Dlalal ,Tahafutul Falasifah, Mizanul
Amal, Ihya Ulumuddin, dan lain-lain.
Ø Ibnu Rusd (1126-1198 M). Karangannya: Kulliyaat,
Tafsir Urjuza, Kasful Afillah, dan lain-lain.
b. Bidang Kedokteran
Ø Ali bin Rabban At Torabi. Merupaka dokter pribadi
khalifah Al Mutawakkil yang menulis buku Firdaus.
Ø Ali bin Abbas Al Majusi, salah satu karyanya adalah Al
kitab Al Maliki.
Ø Ibnu Sina, ia disebut oleh kaum muslimin sebagai
pangeran dokter.
Ø Ar Razi atau Razes (809-873 M). Karangan yang terkenal
mengenai cacar dan campak yang diterjemahkan dalam bahasa latin.[1][6]
c. Bidang Matematika
Ø Umar Al Farukhan: Insinyur Arsitek Pembangunan kota
Baghdad.
Ø Al Khawarizmi: Pengarang kitab Al Gebra (Al Jabar),
penemu angka (0).
d. Bidang Astronomi
Berkembang subur di kalangan umat Islam, sehingga banyak para ahli yang
terkenal dalam perbintangan ini seperti :
Ø Al Farazi : pencipta Astro lobe
Ø Al Gattani/Al Betagnius
Ø Abul wafat : menemukan jalan ketiga dari bulan
Ø Al Farghoni atau Al Fragenius.
3. Tanda Islam masuk di
wilayah:
a. Perdagangan
Islamisai
melaluai jalur perdagangan terjadi pada tahap awal, yaitu sejalan dengan
ramainya lalu lintas perdagangan laut pada abad ke-7 hingga abad ke-16. Pada
saat iti, pedagang muslim yang berdagang ke nusantara semakin banyak sehingga
akhirnya membentuk pemukiman yang disebut pekojan. Dari tempat ini, mereka
berinteraksi dan berasimilasi dengan masyarakat asli sambil menyebarkan agama
Islam.
b. Perkawinan
Para
pedagang yang datang ke nusantara danyak yang menikah dengan wanita pribumi.
Sebelum perkawinan berlangsung, wanita-wanita pribumi yang belum beragama Islam
diminta mengucapkan syahadat sebagai tanda menerima Islam sebagai agamanya.
Dengan proses seperti ini, kelompok mereka semakin besar dan lambat laun
berkembang dari komunitas kecil menjadi kerajaan-kerajaan Islam
c. Tasawuf
Saluran
penyebaran Islam yang tidak kalah pentingnya adalah melalui tasawuf. Tasawuf
adalah ajaran atau cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ajaran tasawuf ini
banyak dijumpai dalam cerita babad dan hikayat masyarakat setempat. Beberapa
tokoh penyebar tasawuf yang terkenal adalah Hamzah Fansuri, Syamsudin, Syekh
Abdul Shamad dan Nuruddin Ar-Ranirry.
d. Kesenian
Saluran
penyebaran agama Islam di Nusantara terlihat pula dalam kesenian Islam, seperti
peninggalan seni bangunan, seno pahat, seni musik, dan seni sastra. Hasil-hasil
tersebut dapat pula dilihat pada masjid-masjid kuno di Demak, Cirebon, Banten,
dan Aceh.
2. Faktor Penghambat Perkembangan Islam
1. Munculnya kekuatan baru ( masuknya bangsa-bangsa
Barat ke Indonesia)/Faktor penjajahan kolonial (belanda, portugis, inggris)
2. Faktor
ekonomi
3. Politik
4. Sosial
Budaya
4.
Tempat
Ibadah yang monumental di Jazirah Arab:
1. Ka’bah
(Baitulloh)
2. Masjidil
Haram
3. Padang
Arofah
4. Masjid
Al Aqso
5. Sofa dan
Marwah
6.
Apa
yang harus kita lakukan dalam menjaga kesinambungan Islam
1. Mempererat
ukhuwah Islamiyah
2. Menegakkan
amar ma’ruf nahi munkar
3. Selalu
berpegang teguh kepada al Quran, sunah, Ijma dan Qiyas mu’tabaroh
Belum ada tanggapan untuk "Tanda masa kejayaan Islam di dunia"
Post a Comment